Alasan Orang Suka Naik Gunung Lagi dan Lagi
Wisata

Alasan Orang Suka Naik Gunung

Banyak orang awam heran, “Kenapa pendaki suka naik gunung, lagi dan lagi? Sebenarnya, apa alasan orang suka naik gunung? Apa yang mereka dapatkan? Bukannya naik gunung hanya jalan kaki sampai puncak lalu turun lagi?”. Pasti pertanyaan tersebut bikin gemes para pendaki. Hehe.

Mendaki itu adalah sebuah kegiatan rekreasi di alam terbuka yang menghabiskan waktu luang untuk mencari kesenangan dan menenangkan pikiran. Bahasa sederhananya, mendaki gunung itu hobi. Ya, sama seperti hobi pada umumnya. Misalnya, hobi masak, hobi menjahit, hobi berkebun. Semuanya untuk rekreasi & menenangkan diri. Mendaki juga sama, hobi yang menyenangkan dan menenangkan. That’s it! Jadi, nggak usah heran lagi ya. Hehe.

Namun, kamu pasti tidak puas dengan jawaban seperti itu. Maka dari itu, kami akan menyelam lebih dalam untuk mempelajari alasan orang suka naik gunung. Berikut ini 5 alasan kenapa orang suka naik gunung yang kami kutip dari situs napaktilas.net.

1. Ingin Berpetualang & Bersenang-Senang Bersama Teman

Alasan pertama kenapa orang suka naik gunung adalah dia ingin berpetualang & bersenang-senang bersama teman-temannya. Ya, sesimple itu.

Menurut pendaki pemula, masa muda itu hanya sekali dan tidak terulang lagi. Kenapa tidak mencoba banyak hal baru? Dan mengukir kenangan indah bersama sahabat-sahabat terbaik? Punya kisah persahabatan seperti film 5cm sepertinya menarik. Kamu juga setuju kan?

Nanti, cerita-cerita petualangan seru itu bisa diceritakan ke anak cucu kelak. Dengan begitu, kamu punya kebanggaan tersendiri saat sudah tua nanti. Bukankah kenangan indah akan membekas sampai akhir hayat? Hehe.

2. Ingin Melihat Sunrise dari Puncak Gunung

Selain ingin bersenang-senang, alasan banyak orang suka naik gunung karena dia ingin melihat sunrise dari puncak. Matahari terbit di gunung itu memiliki pesona magis yang luar biasa. Dia memberikan ketenangan, keindahan dan kekuatan maha dahsyat bagi jiwa manusia. Terlebih suasana sunyi, udara sejuk & kabut tipis yang ada di sekitar kita. Bikin suasana makin syahdu dalam menikmati kehadiran sang mentari pagi.

Menyaksikan sunrise di puncak gunung itu seperti menyaksikan mahakarya perfilman alam semesta yang disutradarai oleh Tuhan. Di mana, kamu hanya perlu menonton kemegahan orkestra alam sambil menyeruput cokelat panas atau cemilan yang kamu bawa.

  • Suhu udara sudah diatur sedemikian rupa agar berpindah dari dingin menjadi hangat saat matahari semakin naik ke peraduan.
  • Suara alam menjadi backsound yang mengesankan.
  • Kemunculan kabut, samudera awan dan keindahan langit menjadi bintang tamu pembuka sebelum kemunculan sang primadona, mentari pagi.

Mungkin bagi sebagian orang, apa yang kami tuliskan di atas itu lebay. Tapi, jika kamu menyaksikan sendiri matahari terbit di puncak gunung saat cuaca cerah, kamu akan kagum. Dan tanpa sadar meneteskan air mata sambil bergumam, “Betapa indahnya alam di negeriku ini! Kenapa nggak ada orang yang ngasih tau aku kalau ada pesona alam seindah ini. Biarpun cuma sekali, untung aku bisa melihatnya. Magical Sunrise!”.

3. Untuk Mencari Pengalaman Baru

Generasi milenial saat ini terlalu terpaku dengan gadget. Hampir setiap detik dia tidak lepas dari gawai pintar yang ada ditangannya. Akibatnya, muncul rasa bosan yang tak tertahankan.

Sampai suatu ketika ada konten yang menyajikan petualangan mendaki gunung. Setiap hari, nonton, dan membayangkan kesenangan seperti di video tersebut. “Sepertinya mendaki gunung itu menyenangkan. Aku menginginkan pengalaman baru ini. Ya, mendaki gunung. Aku pingin merasakan rasanya mendaki gunung.”.

Akhirnya, generasi milenial ini keluar dari comfort zone dan mulai mencari pengalaman baru. Dia mulai belajar mandiri, bertanggung jawab dan bersosialisasi dengan banyak pendaki. Pengalaman membentuk tim pendakian dan mencapai puncak gunung bersama-sama menjadikan pengalaman baru yang tidak terlupakan.

Rasa bangga, senang dan haru itu akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat. Sehingga pendaki menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter.

4. Untuk Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental

Alasan selanjutnya kenapa orang suka naik gunung adalah untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Jika kamu mendaki sesuai prosedur pendakian, fisik dan mental kamu pasti semakin kuat.

Kenapa? Coba lihat ilustrasi singkat di bawah ini:

  • Pertama, 2 minggu sebelum pendakian, pendaki wajib mempersiapkan fisik dengan baik. Biasanya pendaki mulai jogging sejauh 2,4 km setiap hari. Tujuannya adalah untuk menguatkan jantung, paru-paru dan otot-otot tubuh. Setelah itu, pendaki mulai rutin melakukan peregangan tubuh dan sedikit pengencangan otot dengan push up. Olahraga tersebut dilakukan sampai mendekati H-3 pendakian.
  • Kedua, pendaki mulai mengatur pola makan dan pola tidur. Makan makanan bergizi tinggi, seperti sayur, buah-buahan, daging, dll. Tidur malam juga sudah mulai berkurang. Akibatnya, kualitas fisik menjadi sangat prima dan meningkat pesat.
  • Ketiga, penguatan motivasi diri saat berlatih menjelang pendakian.
  • Terakhir, pendaki mengerahkan seluruh jiwa & raga untuk fokus pada satu titik tujuan yaitu puncak. Sehingga, mentak dan fisik dilatih secara langsung oleh alam agar menjadi lebih kuat dan lebih sehat secara jasmani dan rohani.

Bayangkan ya, mendaki gunung itu biasanya membawa beban 12-15 kg. Di gendong dari basecamp sampai ke pos terakhir. Jika pendaki melakukan tahap persiapan & pelaksanaan dengan baik, kami jamin 100%, kualitas kesehatan pendaki pasti akan naik. Bahkan pada budaya masyarakat Himalaya, mendaki gunung adalah obat mujarab untuk penyembuhan diri.

5. Untuk Mencari Ketenangan

Alasan orang suka naik gunung yang terakhir adalah untuk mencari ketenangan. Ya, kamu tidak salah baca, ketenangan. Alam menyediakan taman bermain yang tenang, jauh dari hiruk pikuk keramaian di kota. Jauh dari kerlap-kerlip lampu yang menyilaukan. Semua serba alami, sunyi dan menentramkan.

Suasana inilah yang dirindukan oleh hati masyarakat kota. Dengan mendaki gunung, mereka melepaskan sejenak beban hidup yang terlampau berat untuk dipikul. Pendaki menuju nuansa sunyi yang menentramkan hari. Tenang dan sangat tenang. Udaranya tenang. Anginnya tenang. Pencahayaannya tenang. Benar-benar menentramkan. Ya, mendaki untuk mencari ketenangan adalah jalan menuju ketenangan itu sendiri.

Akhir kata, apa alasan kamu suka naik gunung? Bagikan opini kamu melalui kolom komentar di bawah ini sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *